10
Agu
09

Catjunkie77 is me

Yep! That’s me!
Sebenarnya saya sayang semua binatang. Semuanya. Saya ini tipe yang seperti tokoh Tory Troy dalam novel The Gas Room-nya Stephen Spignesi. Tentunya nggak pakai acara mengunci rekan kerja saya dalam ruangan gas sampai mati.

Tapi benar, saya mirip sekali dengan Tory Troy. Saya sangat sayang dengan semua hewan. Bahkan, meskipun saya fobia terhadap ulat, cacing dan lipan, saya tidak akan tega membunuh mereka. Kalau ketemu, paling-paling saya menjerit-jerit dan lari menjauh. Saya juga sering nggak tega melihat kecoa yang terbalik badannya nggak bisa apa-apa selain menunggu kematian. Saya biasanya mengambil sepotong lidi, lalu saya berusaha membalik kembali badan kecoa itu sehingga dia bisa jalan lagi. Saya juga pernah menolong cicak dan anak tokek yang kecemplung di ember bekas di halaman rumah saya yang berisi air. Saya sobek sedikit halaman dari kalender, lalu saya ciduk cicak dan tokek itu dan saya lepaskan ke lantai. Ohya, hal yang sama juga pernah saya lakukan terhadap seekor tikus yang juga nyemplung ke ember sialan itu. Tadinya saya kaget dengar suara kecipak-kecipuk dari dalam ember. Setelah saya intip, ternyata tikus hitam. Huah..kaget juga. Tapi matanya menatap saya dengan memelas. Hati saya trenyuh. Saya pun ambil gayung, lalu saya ciduk dia. Dan dia pun langsung lari di halaman dengan tubuh basah kuyup. Saya juga pernah mengembalikan seekor belalang, kupu-kupu, kadal dan burung kecil yang nyasar masuk ke dalam rumah, ke alamnya. Semut hitam besar dan lalat juga pernah saya selamatkan dari bahaya mati tenggelam di kamar mandi dan di cangkir kopi saya.

Baru-baru ini saya menyiramkan air panas bekas rebusan sayur ke kolong tempat cuci piring. Maksudnya untuk mengurangi timbunan minyak dan kotoran. Begitu saya siramkan air panas tersebut, seketika itu juga keluarlah seekor tikus sambil berlari mencicit. Langsung saja saya merasa menyesal menyiramkan air itu ke kolong bak cuci piring. Rasanya ingin menangis. Dalam hati saya terus mengucapkan permohonan maaf saya kepada tikus itu seraya berdoa semoga air panas itu tidak terlalu melukai tubuhnya.

Saya menangis melihat program televisi yang menayangkan kehidupan hewan liar. Ketika hewan-hewan lemah dimangsa oleh yang kuat, saya pasti menangis. Jadi saya tidak mau lagi menonton acara semacam itu. Saya juga tidak mau menonton film KingKong, karena waktu saya menonton film tersebut versi lawasnya, adegan kematian KingKong sangat menyayat perasaan saya. Saya tidak pernah mau menonton versi anyarnya.

Saya memang penyayang hewan, tapi diantara semua hewan, ada yang paling menggemaskan buat saya. Yaitu kucing. Saya sangat mencintai kucing. Sampai kecanduan rasanya. Tanpa kucing, hidup ini terasa hampa. Hidup bersama kucing, wah, rasanya my life is so colorful! Saya selalu tidak tahan untuk tidak menyapa kucing kalau ketemu di jalan, meskipun itu kucing liar yang tentunya tidak saya kenal. Saya juga sering merasa terangsang untuk membelai dan mencium kucing yang saya jumpai. Kalau tidak diperingatkan oleh pasangan saya, saya pasti sering bertingkah aneh di jalanan.

Yep! That’s me!


1 Tanggapan ke “Catjunkie77 is me”


  1. 5 September 2009 pukul 07:25

    Salut deh….dirimu benar2 pecinta kucing sejati dan penyayang binatang.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.